Wacana Pemindahan Ibukota Indonesia ke Kaltim, Zairin Zain: Tinggal Feeling Jokowi
SAMARINDA-APemerintah
berencana memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. Salah
satu kandidat daerah yang
sudah dikaji dan
disurvay lokasi oleh Presiden bersama Menteri Bappenas untuk menjadi ibu
kota baru yaitu Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi
Kaltim Ir Zairin Zain menyatakan Kaltim siap menjadi ibu kota
Indonesia, karena semua
pendukung Kaltim yang paling siap, tinggal keputusan pusat provinsi mana
yang dipilih.
” Tinggal feelingnya presiden Joko Widodo, kalau feelingnya
memilih Kaltim, berarti Kaltim yang menjadi ibu kota,” kata Zairin Zain
beberapa hari lalu.
Zairin menambahkan, Pemprov Kaltim sudah dua diundang
pihak Bappenas untuk presentasi secara teknis dilapangan sehingga
apa yang disampaikan bisa menjadi catatan khusus presiden dan bisa menjadi
acuan yang paling kuat Kaltim sebagaI calon ibu kota negara.
” Untuk persyaratannya, Provnsi Kaltim sudah masuk,
oleh karena itu, presentasi dan hasil survey dilapangan termasuk daya dukungnya
sudah sangat mendekati,” tandasnya.
Menurutnya, bila
ibu kota pindah ke Kaltim, pemindahannya bisa secara bertahap. Dimulai dari
pemindahan beberapa kementerian, seperti Kementerian Perikanan, Pertanian, .Kemudian lembaga perbankan maupun
lembaga terkait lainnya.
” Kepala Bappenas sudah menyampaikan dan menargetkan tahun
2021 sudah dilakukan perencanaan, dan tahun 2022,2023 dan tahun 2024 sudah
dimulai pengerjaan pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas lainnya,”
kata Zairin
Ditambahkan, Kaltim memiliki posisi yang sangat
strategis dengan berada tepat di tengah-tengah kepulauan Indonesia. Posisi itu
relatif dekat dicapai dari Indonesia Timur maupun Indonesia Barat dan akan
semakin dekat dengan membaiknya infrastruktur dan sarana prasarana.
Selain itu Kaltim juga memiliki pelabuhan laut dan
bandara yang sangat representatif, di Balikpapan kini ada pelabuhan peti kemas
yang berada tepat di Alur Laut Kepulauan Indonesia II yang merupakan alur laut
ekonomi berikutnya dari Indonesia. Alur ini, yaitu Selat Makassar yang
menghubungkan Indonesia dengan Laut Sulu, Laut Sulawesi, dengan Laut Cina
Selatan merupakan urat nadi perdagangan dengan negara-negara Indo Cina,
Jepang, Taiwan, Cina.
” Kita memiliki dua Bandara yaitu Bandara Sepinggan
di Balikpapan dan APT
Pranoto Samarinda, termasuk jalan tol Balikpapan-Samarinda, dan Kaltim
memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi ibu kota RI," kata Zairin Zain.(mar/poskotakaltimnews.com)